Perspektif

Bisnis Itu Soal Leadership

Ada yang bilang masalah yang membuat UMKM kesulitan berkembang bukanlah marketing, tapi SDM. UMKM tak seperti para startup unicorn yang suka bakar duit untuk ngiklan karena dapat suntikan dana triliunan.

SDM disini berarti orangnya, entah itu ownernya atau karyawannya. Ownernya yang gak mau belajar marketing karena ribet dan pusing, atau karyawannya yang gak bisa menangkap pesan dan instruksi owner.

Diawal memang mungkin pusing, karena namanya juga naik kelas. Ujian kelas SD dengan SMP, SMA, dan kuliahan pastinya berbeda. Tapi kalau mau naik kelas, wajib ikut ujian bukan?

Terus dimana permasalahan SDM berikutnya? Di leadership dan rekrutmen. Tidak sedikit owner di UMKM yang harus menutup bisnisnya karena ditinggal pergi karyawan “terbaiknya”.

Contoh, buka warung nasi goreng. Ketika warung ramai karena nasi gorengnya bikin nagih dan terjadi repeat order, tiba-tiba si kokinya menghilang “resign tanpa sepengetahuan”. Akhirnya warung tutup karena gak ada lagi koki.

Lalu bagaimana agar bisa mengelola SDM? Asah terus leadership skill kita. Caranya? Belajar dari pengalaman, baca buku tentang leadership, cari guru atau mentor, dan jangan lupakan juga belajar dari karyawan kita. Dengarkan setiap saran dan masukan dari mereka.

Karena bagaimanapun leardership dibentuk oleh 3 unsur. Pertama ada leader*nya itu sendiri. Kedua ada *follower. Ketiga situasi.

Apakah leadership itu bakat bawaan lahir?

Lebih tepatnya bukan bawaan lahir, tapi dilatih. Ya, karena tidak semua orang punya dan diberi kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin yang baik.

Ciri kalau kita punya potensi seroang leader adalah:

  • Punya energi positif
    Mampu melihat setiap permasalah sebagai tantangan dengan optimis pada situasi apapun dan mampu menularkan energi positifnya pada tim-nya.
  • Mampu mengambil keputusan dengan tegas dan bijak
    Ketika dalam pilihan atau situasi sulit, mampu mengambil keputusan dengan bijak dan tegas dengan perhitungan matang tanpa mencari kambing hitam jika terjadi kegagalan
  • Punya Passion pada visi
  • Mengeluarkan potensi terbaik (totalitas) untuk hal yang dipercaya dan disukai

Siapapun kita, apapun profesi kita, kita adalah CEO di kehidupan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: