Lomba

#BuatKamu Yang Membuat Hari Menjadi Berseri

Jodoh itu kayak orangtuanya Upin dan Ipin. Misteri, tak ada yang tahu.
-Fazar Firmansyah

 

Bagi pecinta bola, apa rasanya menonton siaran ulang pertandingan sepak bola, yang skor dan golnya sudah diketahui?

Bagi pecinta film, bagaimana rasanya menonton film yang sudah pernah ditonton dan jalan ceritanya sudah diketahui?

Rasanya pasti tidak seru. Pun dengan rezeki yang sering datang tak disangka-sangka. Contohnya jodoh. Kalau dari awal kita sudah tahu siapa jodoh kita, hidup kita gak akan seru. Dan segala upaya bakalan gak ada artinya.

Tak ada yang menyangka, termasuk tak pernah terlintas dalam angan-angan, ketika saya mendapatkan jodoh dari seberang pulau sana. Sebab untuk urusan jodoh ini, saya lebih memilih pasrah. Sedikasihnya saja. Kalau jodohnya bule, ya diterima. Lokal pun tetap diterima. Dari manapun domisilinya asalkan satu planet, harus diterima karena itu takdirnya.

Tak perlu berpikir rumit dulu, memikirkan bagaimana biayanya nanti, resepsinya harus seperti apa, juga urusan lainnya ketika harus menikah dengan yang berbeda domisili (kota, pulau, bahkan negara). Woles aja.

Proses perkenalan saya dengan istri terbilang sangat singkat. Kami bertemu disebuah acara pelatihan bulan September 2016. Dalam dua hari itu, tidak banyak pertanyaan mendalam satu sama lain. Hanya pertanyaan ringan seputar perkenalan biasa.

Selepas pertemuan itu, perkenalan lanjutan lebih banyak di dunia maya. Saling bertukar informasi dan melempar pertanyaan, untuk mengenal lebih jauh. Orang bilang, cinta itu menuntut. Menuntut untuk disampaikan. Dan inilah saatnya. Gayung bersambut, proses taaruf dimulai.

Tak ada jaminan proses taaruf akan berlangsung lancar. Dan jangan pernah merasa ketika sudah taaruf, bisa bebas berbuat. Sebab bisa jadi ditengah perjalanan, masing-masingnya menemukan ketidakcocokkan. Taaruf itu seperti berjalan di pinggiran tebing. Salah langkah sedikit bisa terjatuh.

Perbedaan kultur budaya sempat jadi bahan kekhawatiran di keluarga. Salah satu cara untuk menenangkan satu sama lain adalah dengan menumbuhkan pikiran positif. Serta jangan pernah sedikitpun berpikiran buruk, karena bisa meninggalkan perasaan tidak tenang.

Melangitkan doa disetiap kesempatan, menjadi makanan sehari-hari. Termasuk dikesempatan antara adzan dengan iqomat. Waktu dimana doa dikabulkan.

Ketika kita menikahi seseorang, saat itu juga kita harus sudah siap menerima keluarganya juga kekurangan dan perbedaan pasangan.

 

JaNewari

Bulan yang memberikan warna baru dalam hidup. Ada dua moment akbar di bulan ini, yang mengharuskan saya berganti peran untuk memainkannya sebaik mungkin. Peran baru yang memiliki peranan sebagai penuntun. Bukan lagi penonton. Di bulan ini saya resmi menjadi seorang suami. Dan di bulan ini tahun berikutnya, resmi menjadi seorang ayah.

Peran baru yang memberikan banyak pelajaran, mengharuskan banyak belajar. Belajar kesabaran saat mengajar, ketika menjadi suami. Belajar menerima kenyataan, menjadi seorang ayah tidak ada libur dan cutinya.

Ketika tugas bukan lagi rutinitas, tapi soal integritas. Dan ketika mendidik tak bisa dilakukan secara mendadak. Disanalah peran besar hadir untuk melengkapi sampai purna. Memainkan peran seorang ayah, menumbuhkan kebiasaan baru. Kebiasaan yang tidak akan membinasakan diri. Sebab kelak akan jadi role model. Karena belajar termudah bagi manusia adalah dengan mencontoh.

Sepanjang perjalanan dua tahun ini, banyak pembelajaran penting yang kami dapat. Terutama soal perbedaan. Saya yang lebih dominan dengan logika, sementara istri dengan perasaannya, seringkali mengundang tawa. Dalam bepergian misalnya, saya lebih suka dengan perencanaan dan terorganisir. Dari mulai menentukan tempat tujuan, kendaraan menuju sana, itinerary, dan kelengkapan lainnya harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Sementara istri, lebih senang spontanitas.

Perbedaan lainnya soal karakter. Saya yang suka to the point, dingin, dan kaku, sementara istri yang periang, ekspresif, dan hangat, membuat kami saling belajar memahami.

Di tengah aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, mompreneur, juga penulis, seringkali membuat istri hilang fokus karena banyaknya waktu tersita aktivitas. Dalam 24 jam, seorang istri bisa memainkan banyak peran sekaligus. Mengurus rumah, bermain dengan anak, mengajar menulis, menyelesaikan naskah, sampai memasak, bisa dilakukannya. Berbeda dengan pria yang tak bisa multi tasking. Bahkan disuruh menunggu anak selama 2 jam saja, rasanya ingin melambaikan tangan ke kamera.

Padatnya aktivitas tadi membuat istri sering lupa isi pulsa dan paket data. Tiba-tiba muncul whatsapp darinya:

“Bi, umi gak bisa telepon, paket datanya sudah habis kayaknya.”

 

Kalau sudah begini saatnya berubah mengeluarkan senjata pamungkas TCASH.

 

Karena tak sempat ke luar rumah, saya isikan pulsa dan paket data sebagai bentuk nafkah dukungan pada pekerjaannya.
Pulsa sudah disi ya!
Satu lagi perbedaan saya dengan istri. Saya lebih suka transaksi cashless, karena lebih simpel dan gak bikin dompet tebel yang bisa bikin gak enak duduk. Menurut survey Cak Lontong, 60% millenials saat ini juga lebih senang transaksi cashless. Untuk urusan ini, saya #PakeTCASH. Kenapa?

 

Diantara banyaknya benefit dari TCASH, ada 3 yang paling sering saya digunakan:

1. Beli pulsa dan paket data
2. Jajan di merchant
3. Bayar beli di Handphone (Indihome dan listrik)

Dengan TCASH, saya dan istri sama-sama diuntungkan. Saya tak perlu pergi ke luar kantor untuk beli pulsa dan bayar tagihan lainnya. Istri pun bisa melanjutkan kegiatan bisnisnya kembali tanpa hambatan. Kita senang, omzet berkembang 😀

Dengan TCASH, kapan pun di mana pun, tak perlu khawatir ketika pulsa dan kuota habis. Dan buat kamu yang ingin traktir keluarga atau orang terdekat, tapi gak punya saldo TCASH? Tenang! Kamu bisa tukar Telkomsel POIN kamu ke saldo TCASH. Info lengkapnya disini.

Terima kasih Jee Luvina untuk setiap doa, cinta, dan dukungannya disetiap langkah. Meski jalan kita masih panjang, percayalah perjalanan jauh akan terasa menyenangkan jika kita punya teman seperjalanan yang satu tujuan. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: