Perspektif

Awas Kecanduan Internet

 

10-20 tahun lalu saat handphone belum meledak populasinya, kita mungkin masih bisa mengingat lebih dari 5 nomor telepon rumah teman atau saudara kita.

 

Bagaimana dengan sekarang? Berapa banyak nomor teman atau saudara kita yang diingat?

 

Secara sekarang kalau menyimpan dan mencari nomor kontak, tinggal langaung buka di handphone.

 

Di zaman now ini, kita lebih suka hal cepat dan praktis. Tidak salah memang, hanya seringkali kita lupa pada aset berharga kita yang hampir tidak pernah dilatih. Ialah memori otak.

 

Bagi yang masih punya kakek nenek yang belum pikun, coba tanya apa yang biasa mereka lakukan untuk mencegah pikun. Beberapa diantarnya membaca, entah itu koran, buku, atau majalah, juga mengisi TTS (Teka Teki Silang). Dan saya sendiri suka dengan TTS sejak zaman SD, ketika melihat nenek suka mengisi TTS. Bisa dicoba untuk melatih memori otak. Pastikan bukan TTS lontong.

 

Ketika kita hidup di dunia maya, yang penuh distraksi dan banjir informasi. Setiap harinya smartphone kita muncul notifikasi dari berbagai kanal media sosial. Dan hal itu membuat kemampuan fokus kita berkurang. Tak jarang waktu produktif kita habis karena tersedot gangguan-gangguan notifikasi tadi, yang sebenarnya tidak begitu penting untuk kita.

 

Berapa banyak kita cek notifikasi dalam sehari? Mulai dari bangun tidur sampai tidur, kita sering scrolling, ngecek notifikasi, sampai kepo yang tak penting.

 

Penting bagi kita membedakan mana sibuk dan mana produktif. Sibuk itu ketika kita mengerjakan banyak hal, tapi tak satupun yang diselesaikan. Sementara produktif, fokus mengerjakan satu hal sampai benar-benar selesai dan mendapat hasil.

 

Ketika kita sering disibukkan ngecek notifikasi tak penting dan scrolling unfaedah, saat itu juga kita sedang kecanduan internet.

 

Ciri lain kecanduan internet adalah:

  • Sering ngecek jumlah followers. Followers berkurang sedikit jadi pusing uring-uringan
  • Sering ngecek jumlah share dan comment. Ketika yang comments sedikit atau bahkan tidak ada, kita seperti terkena demam berhari-hari
  • Tiap detik buka smartphone dan ngecek notifikasi, padahal gak ada notifikasi. Kalaupun ada palingan SMS dari operator
  • Susah melepaskan tangan dari smartphone

 

Bahaya kecanduan internet:

  • Kemampuan konsentrasi dan fokus berkurang
  • Membunuh waktu produktif
  • Lupa pada potensi diri yang harus diasah karena sibuk scrolling dan cek notifikasi tak jelas

 

Menurut Psychology Today, dalam tubuh manusia terdapat sebuah zat yang disebut dopamine. Zat ini yang akan memancing perilaku seseorang. Dopamine berperan membentuk rasa kecanduan yang diakibatkan oleh kesenangan yang didapat.

 

Itulah kenapa orang yang mabuk alkohol dan berjudi seringkali ketagihan untuk mengulangi perbuatannya. Pun dengan mereka yang kecanduan internet. Bahayanya anak kecil sekarang sudah mulai kena candunya.

 

Supaya tidak kecanduan internet:

  • Scrolling secukupnya dan hanya untuk hal penting
  • Batasi waktu penggunaan gadget
  • Ketika sedang mengerjakan tugas, jauhkan smartphone dari jangkauan
  • Lakukan teknik pomodoro untuk meningkatkan fokus

 

Untuk melakukan teknik ini, kita bisa membuat blok waktu dalam mengerjakan tugas. Kerjakan tugas prioritas dengan fokus selama 25 menit. Setelah itu, istirahatlah 5 menit meskipun tugas belum selesai. 5 menit istirahat bisa buat ngemil, peregangan, cek hp untuk hal penting, atau minum.

 

Setelah waktu istirahat habis, kembali kerjakan tugas selama 25 menit. Selingi istirahat 5 menit. Ulangi sampai 4 kali. Setelah 25 menit x 4 kali, baru kita boleh istirahat panjang selama 30 menit.

 

Selamat mencoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: