Motivasi,  Perspektif

SEBERAPA PENTING JABATAN?

 

“Seseorang melakukan sesuatu karena ada motivasi, dan motivasi terlahir karena dorongan kebutuhan”

 

Hampir semua dari kita pasti sepakat, jika bekerja adalah untuk mencari nafkah. Bahasa kasarnya dapat gaji, bisa untuk memenuhi kebutuhan (baca: keinginan) hidup. Meski pada kenyataannya, keinginan kita seringkali di atas angka kebutuhan.

 

Jadi internet cepat untuk apa bekerja itu apa?

 

Bagi saya, bekerja adalah sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan cara berkarya. Yang pada akhir tujuannya, punya kehidupan yang lebih baik. Baik dari segi ilmu maupun materi.

 

Bekerja sendiri jadi ajang pembuktian diri, dari apa yang sudah ditorehkan selama mengikuti perkuliahan. Kalau nilai IPK di atas rata-rata, tapi ketika bekerja, kemampuan kita tidak seperti statistik nilai tadi, yang malu kita sendiri karena membawa nama kampus. Apalagi kampus ternama.

 

Jangan sampai ada suara “lulusan kampus ternama, kok gitu aja gak bisa!”

 

Ciri makhluk hidup itu bertumbuh, jika tidak berarti mati. Maka sangat rasional jika seorang karyawan yang telah melewati tiga kali puasa tiga kali lebaran, berharap mendapat kenaikan pangkat atau jabatan. Secara dengan mendapat promosi naik jabatan, akan memperbaiki taraf ekonominya (baca: naik gaji).

 

Tapi impian kadang tak sesuai realitas. Ada yang sudah belasan tahun bekerja tapi tak kunjung dapat promosi naik jabatan. Mereka merasa mejadi staff kasta sudra sudah cukup aman dan tenang. Ada juga yang karirnya cemerlang dalam waktu singkat. Dari mulai menjadi staff, supervisor, manajer, general manager, sampai top manajemen. Tanggung jawabnya semakin membesar sebanding dengan banyaknya pekerjaan.

 

Seperti itulah kompetisi di dunia kerja. Saling berlomba-lomba menampilkan prestasi terbaik.

 

Dari perspektif karyawan, kenaikan pangkat bukan hanya menambah saldo rekening saja (baca: gaji). Tapi juga soal prestige di lingkungan. Meski kesuksesan tidak melulu diukur dari pangkat atau jabatan.

 

Kalau tujuan kita dalam menaiki tangga karir hanya untuk mendapatkan nominal yang lebih besar, maka sama halnya dengan meminum air laut. Kita akan selalu merasa berkekurangan. Semakin kita disibukkan dalam mencari uang, maka uang akan selalu kurang bagi kita.

 

Saya sendiri pernah terjebak dalam pemikiran tadi, ketika awal bekerja menetapkan target career path (tangga karir). Satu tahun dari mulai diterima kerja, harus jadi team leade. Dua tahun berikutnya jadi supervisor. Tiga tahun berikutnya jadi manajer. Tiga tahun berikutnya jadi general manajer, dan seterusnya sampai pada top manajemen.

 

Dengan merasa penuh percaya diri, target muluk-muluk tadi dituliskan. Toh namanya target, hitung-hitung visualisasi mimpi.

 

Sampai pada akhirnya tersadarkan, bahwa impact akan jauh lebih dikenang dibanding image. Menjadi supervisor memang menjadi jalan awal menjadi manager. Pun jadi manajer bisa jadi penting, untuk menjadi general manajer di tangga karir selanjutnya.

 

Ketika jabatan hanya sekedar jadi tujuan, bukan sarana.

 

Guru kehidupan saya pernah berucap, setinggi apapun pangkat jabatan kita, kalau orang-orang disekitar kita tidak merasakan kehadiran dan pengaruh kita, maka sesungguhnya kita belum bermanfaat bagi orang lain.

 

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”

 

Boleh jadi kita memiliki jabatan tinggi. Tapi karyawan tidak respect. Kehadiran kita di kantor tidak dirasakan. Ada dan tidak adanya kita dirasa biasa saja. Bahkan lebih baik dengan ketiadaan kita.

 

Atau kita mungkin hebat di kantor, sosok kita selalu dibutuhkan perusahaan, tapi kehadiran kita di keluarga, tidak dirasakan manfaat dan keberadaannya.

 

Maka, sebelum bertanya-tanya pada diri sendiri mengenai “kapan dapat promosi naik jabatan” atau “kapan saya jadi GM?”.

 

Jauh lebih baik kita bertanya “apa yang bisa, akan, dan harus dilakukan saat mendapat jabatan nanti?”

 

Dengan begitu kita jadi tahu apa visi, misi dan tujuan hidup kita.

 

So, pentingkah jabatan menurut Anda?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: