Motivasi,  Perspektif

Robot vs Human

 

“Everything we teach should be different from machines.” -Jack Ma

“30 tahun dari sekarang, sampul majalah TIME tentang CEO terbaik, kemungkinan besar Akan menampilkan sosok robot. Sebab ia bisa mengingat lebih baik dari Anda, menghitung lebih cepat dari Anda, dan tidak marah dengan kompetitor.” Ujar Jack Ma.

McKinsey menyebutkan jika robot, ditahun 2030 akan menggantikan sekitar 800 juta pekerjaan.

Sebuah data yang mengejutkan. Ketika era Artificial Intelligence (Kecerdaaan Buatan) telah datang. Dimana nantinya, robot akan menggantikan pekerjaan manusia.

Jika kemarin kita bersaing dengan sesama manusia (Tenaga Kerja Asing), termasuk teman sendiri. Sekarang justru kita bersaing bersama robot dan AI.

Tentunya ini bukan hoax dan isapan jempol belaka. Kalau kita berpikiran seperti “Lah itu kan berlaku di luar negeri atau di kota besar seperti Jakarta”, kita salah besar!

Bukan berarti kita yang di pedesaan atau pinggiran kota, lantas berdiam diri tanpa ada persiapan bekal, baik soft skill maupun hard skill.

Kemarin ketika saya mendatangi Bank plat merah, iseng-iseng menanyakan lowongan pekerjaan, mereka berucap jika tahun depan para Teller-nya akan dikurangi dan digantikan mesin.

Dan kalau sampai saat ini Anda punya impian ingin jadi PNS karena punya jaminan masa tua (cari aman), tapi kekemampuan masih sebatas administrasi. Lupakan impian itu, karena Anda akan cepat kalah.

Atau ketika ingin bekerja di sebuah perusahaan ternama, tapi kemampuan masih biasa-biasa, CV masih kosong, hanya mendompleng nama kampus, dan berharap titip sana titip sini, it’s so sad.

Ketika kita bersaing dengan Para Pencari Kerja (PPK) di luar sana, yang IPKnya lebih baik dari kita banyak, yang kampusnya lebih ternama dari kita banyak, yang skor TOEFLnya lebih besar dari kita banyak, dan yang punya channel orang dalam pun banyak.

Kalau kita tidak punya keunikan, akan sulit terlihat. Seperti halnya ketika ada ratusan ekor sapi yang melintas di jalan. Kita akan sulit membedakan mana sapi kita dan mana sapi orang. Kecuali jika sapi kita berbeda warna dari yang lainnya. Misal berwarna merah jambu. 😋

Berbicara soal robot tadi, memang banyak keuntungannya dan lebih efisien dalam melakukan pekerjaan. Meskipun mahal biaya diawal ketika membelinya, tapi bisa memangkas pengeluaran perusahaan ke depan.

Robot tak perlu digaji segala macam dengan berbagai tunjangannya, seperti manusia. Robot pun tak perlu istirahat, sehingga pekerjaan bisa terus berjalan kapan saja. Dan tentunya perusahaan tak perlu membayar lembur mereka, karena mereka selalu siap ketika diperintah.

Meskipun kehadiran robot bisa menjadi ancaman pekerjaan manusia, Jack Ma menyebutkan kalau itu hanya kekhawatiran saja.

Menurutnya dunia pendidikan saat ini dan orangtua harus mengajarkan sesuatu yang unik. Salah satunya kemampuan sosial, yang tak bisa dilakukan robot.

“Kita perlu mengajarkan anak kita soal nilai, kepercayaan, independent thinking, teamwork, dan peduli orang lain” ujarnya.

Selalu ada pro-kontra disetiap inovasi. Dan pastinya akan selalu ada yang dikorbankan dalam inovasi.

Tak perlu parno dan pesimis soal AI. Sejarah telah membuktikan, selama manusia memiliki kemampuan beradaptasi, kehadiran AI akan memberikan kemudahan baru yang bisa membuat kita semakin produktif.

Hanya saja Kita tinggal milih, mau berbenah lalu BERUBAH atau pasrah untuk PUNAH?

Yang harus diyakini, mesin, robot, AI itu manusia yang buat. Jadi mereka tidak pintar-pintar amat. Toh, mereka tidak akan bisa menggantikan manusia untuk hal-hal yang membutuhkan kretivitas dan inovasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: