Perspektif

SEDERHANA ATAU KAYA BUKAN PILIHAN TAPI KEHARUSAN. DUA-DUANYA HARUS!

Setujukah Anda, orang kaya itu adalah mereka yang tidak punya utang?

 

Ada orang yang terlihat kaya, padahal utangnya menggunung dan cicilannya menumpuk.

 

Hidupnya merasa tidak tenang karena dikejar tagihan dan debt collector.

 

Seringkali kita salah kaprah dalam menilai seseorang hanya dari apa yang dikenakan atau dimilikinya saja.

 

Sejak kecil, orangtua Saya mengajarkan untuk hidup sederhana, tidak hidup mengikuti gengsi, pinjam meminjam barang orang lain, juga membeli sesuatu hanya karena keinginan untuk pamer dan gengsi.

 

Kalau mau beli sesuatu, harus dipastikan dulu kalau itu adalah kebutuhan. Juga melihat dulu kemampuan membelinya.

 

Saya sendiri dalam membelanjakan harta mengambil prinsip:

 

Pertama, orang kaya adalah mereka yang tidak punya utang

Buat apa kita memaksakan beli tapi banyak utang. Artinya kita belum mampu.

 

Kedua, Saya akan membeli barang kalau pendapatan Saya, minimal 2 Kali lipat dari harga barang tersebut. Itu pun harus karena kebutuhan, bukan karena keinginan.

 

Semisal Saya ingin beli iPhone X seharga 16 juta, maka minimal pendapatan Saya sebesar 32 juta. Kalau sudah ditambah tabungan tapi masih jauh dari itu, udah sabar aja. Beli yang lain sesuai kebutuhan.

 

Idealnya sih beli barang itu ketika pendapatan kita 3 kali lipat dari harga barang yang Kita beli.

 

Ada pesan dari Jack Ma, founder Alibaba:

 

“Saat kamu miskin, gunakanlah uangmu untuk orang lain. Saat kaya, gunakanlah uangmu untuk keluarga dan orang-orang yang kamu cintai. Banyak sekali orang yang terbalik melakukan kedua hal ini”.

 

“Saat miskin harus royal, tapi saat kaya jangan pamer. Hidup ini akan kembali dalam kesederhanaan, kembali dalam ketenangan”.

 

Memang hidup itu pilihan dan hak setiap orang untuk punya prinspi hidupnya.

 

Dengan berutang berarti Anda siap menerima segala konsekuensinya. Termasuk mewariskannya pada keturunan, ketika Anda telah tiada nanti.

Wah, ngeriiiii……

 

Saya sendiri ketika belum mampu membelinya, memilih untuk bersabar sambil meyakini “in sya Allah nanti juga kebeli”.

 

Usahakan jangan bilang “duh mahal”, tapi bilanglah “tiga bulan lagi barang itu, bakal murah untukku”.

 

Pastikan dibarengi ikhtiar dengan cara nabung sambil dongkrak penghasilan misalnya. Dan memantaskan diri tentunya.

 

KITA HARUS KAYA TAPI BERGAYA HIDUP SEDERHANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: