Perspektif

Hidup Tak Seindah Postingan Instagram

 

Keep calm, because everybody lies

 

Anak zaman now mana yang tidak punya instagram sekarang ini? Instagram kini menjadi dunia yang penuh keindahan, kesempurnaan, kesuksesan, dan kebaikan lainnya. Terlepas apa yang mereka tampilkan adalah sebuah kobohongan atau bukan. Yang pasti, setiap keburukan atau kejelekan pada diri kita, di dunia maya, bisa dimanipulasi sehingga terkesan indah dilihat.

Anak-anak remaja yang parasnya pas-pasan, bisa terlihat ganteng maksimal atau cantik bak miss universe, dengan bantuan filter dan aplikasi permak wajah. Alhasil, foto profil bisa menipu para netizen.

Para orangtua baru yang kesehariannya sibuk mengurus anak dan keluarga, dengan santainya menampilkan diri sebagai orangtua yang penuh keceriaan juga kebahagiaan. Terlihat dari postingan mereka yang sedang travelling, nge-mall, atau kongkow bareng teman-temannya.

Para fresh graduate yang baru sebulan-dua bulan diterima kerja, begitu mudah membohongi publik dengan menampakkan diri sebagai figur sukses dan akfit. Padahal prestasi belum terukir. Terlihat dari postingan mereka yang terlihat sedang mengikuti seminar, meeting dengan perusahaan, atau sekedar lembur diakhir pekan.

Para entrepreneur pemula yang masih sesak nafas mengejar profit, mebohongi netizen dengan menampilkan diri sebagai pengusaha sukses, lewat postingannya yang sedang meresmikan cabang baru, jadi motivator dan pembicara seminar, hingga meeting dengan client di tempat mewah.

Tak heran di media sosial banyak orang-orang yang iri dan stress, karena mereka merasa sudah berusaha maksimal, tapi belum juga meraih sukses seperti teman-temannya di instagram yang selalu menampilan keindahan dan kesuksesan.

Mengapa banyak orang berbohong di media sosial?

 

“In the internet, people lie to friends. They lie to colleagues. They lie to husbands and wives. They lie to boyfriends and girlfriends. They lie to government… even they lie to themselves.” -Seth-Stephens Davidovitz

 

Dari berbagai tujuan, tak lain mereka melakukannya untuk mendapat perhatian dan bisa diterima oleh lingkungan pergaulan. Melakukan kebohongan kecil yang menurut kita tidaklah mengandung dosa dan tidak merugikan orang lain. Sepertihalnya berbohong ingin terlihat cantik atau ganteng maksimal, ingin terlihat lebih baik, lebih sukses, lebih bahagia, lebih harmonis, lebih indah, dan lebih segalanya.

 

Karena hidup itu tak seindah postingan instagram, ketika kita berpikir tidak seberuntung mereka yang mengunggah segala bentuk kesuksesannya. Tenanglah, kita tidak sendirian. Sebab mereka yang menampilkan kesuksesan-kesuksesannya di media sosial, kadang tidak jago dan hebat dalam realitanya. Kadang mereka berbohong agar terlihat sukses dan hebat.

 

Ingatlah, ketika kita menceritakan kesuksesan atau hal yang kita miliki pada orang lain di luar sana, ada dua kemungkinan:

Pertama, mereka yang menerima infomasi dari kita tadi akan termotivasi untuk bisa seperti kita.

Kedua, mereka akan merasa minder dan semakin tidak percaya diri karena membandingkan kesuksesan kita dengan kegagalan yang mereka alami.

 

So, apakah Anda pernah berbohong di dunia maya?

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: