Motivasi

Hati-hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Menjadikan Kamu Sebagai Public Enemy di Kantor

 

 

Orang “waras” mana sih yang mau dibenci dan jadi musuh publik di kantor? Rasanya bakal gak nyaman banget kalau di posisi tadi. Secara setiap hari kita pasti ketemu dengan teman kantor yang 4L (Lo Lagi Lo Lagi). Kalau sampai jadi public enemy di kantor, semangat kerja bakal hilang. Prestasi nihil, performansi menurun, ujung-ujungnya kena PHK.

 

Kita pasti tahu, tidak semua orang itu sama dan punya karakter mirip kita. Terlebih di kantor yang lingkungannya heterogen. Kita akan bertemu dengan teman-teman kantor yang memiliki karkater dan kebiasaan yang berbeda. Sesuai dengan latar belakang pendidikan juga pola asuh di masa kecil.

 

Dan cara mereka berkerja, berinteraksi, dan berbaur dengan lingkungan kantor pun, punya cara dan kebiasaannya masing-masing.

 

Berikut 5 kebiasaan di bawah ini, yang bisa menjadikan kita sebagai public enemy di kantor. Simak dulu, siapa tahu kita pernah melakukannya.

 

 

Sering meremehkan dan merepotkan rekan kerja

Ketika menemui kendala dan kesulitan saat bekerja, meminta bantuan tidak ada salahnya jika sesekali. Tapi jika terus meneru meminta bantuan, sekalipun kerjaan tadi ringan dan masih bisa diselesaikan sendiri, bisa membuat rekan kerja risih dan malas berurusan dengan kita. Terlebih jika kita sering meremehkan pekerjaan. Bos mana yang suka dengan karyawan seperti ini?

Berterimakasih karena pekerjaan kita sudah dibantu mereka, adalah hal wajib yang harus diucapkan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka. Tapi jika hal itu tidak dilakukan sama sekali, jangan harap rekan kerja kita mau membantu pekerjaan kita dilain waktu.

 

 

Sensitif dan baperan

Siapa sih yang mau bekerja sama dengan orang yang sensi-an? Salah sedikit marah. Sedikit-sedikit marah. Kok marah sedikit-sedikit?  Percayalah, sifat kekanak-kanakan ini tidak akan mendongkrak performansimu di hadapan bos. Justru malah membuat kesal dan muak dengan kita karena dicap tidak profesional.

 

 

Moody

Sifat seseorang yang mudah berubah-ubah, pagi jadi sahabat, sore jadi musuh, bisa membuat suasana kerja kacau. Rekan kerja mana yang mau bekerjasama dengan orang yang moody-an. Sifat moody-an menandakan kita belum bisa mengontrol emosi diri. Dan kalau terus menerus dibiarkan, malah bisa jadi bom waktu untuk kita dijauhi teman sekantor.

 

 

Jadi biang gosip di kantor

Bergosip memang sudah jadi kebiasaan mengakar di negeri ini. Terbukti dengan banyaknya tayangan acara gosip di berbagai statisun TV. Rasanya ada yang kurang dan badan serasa pegal linu, kalau gak ngegosipin orang dalam sehari.

Bergosip tentang kekurangan teman sekantor, menjelek-jelekkannya, sampai membuka aib mereka, sama halnya dengan menunjukkan keburukan diri kita. Bergosip atau bergunjing tadi, tidak akan meningkatkan kualitas diri. Malah justru menurunkannya.

Belum tentu juga, ketika kita membicarakan keburukan teman kantor tadi, kita lebih baik darinya. Kalau sampai itu terjadi, predikat biang gosip pun akan layak disematkan pada kita. Bukannya menunjukkan prestasi, malah menyulut emosi orang.

 

 

Sering melakukan kesalahan elementer berulang

Siapa sih yang tidak pernah melakukan kesalahan? Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Jadi melakukan kesalahan sangatlah wajar jika tidak sengaja dan tak berulang.

Tapi jika kesalahan yang dilakukan tadi terus menerus dilakukan dan itu adalah kesalahan elementer, lama kelamaan teman kantor akan merasa kesal. Sebab kita sudah berulang kali diberi tahu dan diajarkan untuk diingatkan berulang-ulang, tapi masih saja kita melakukan kesalahan elementer yang sama. Jika terus menerus dilakukan, teman sekantor malah akan mencap kita tidak becus dan serius dalam bekerja.

 

 

Itulah 5 kebiasaan yang mungkin sedang dan pernah kita lakukan di kantor. Sadar atau tidak, 5 kebiasaan tadi bisa membuat teman sekantor jadi tidak nyaman dan kita jadi public enemy di kantor.

 

So, mulai sekarang bertaubatlah dan stop kebiasaan buruk diatas tadi agar kita bisa lebih nyaman lagi di kantor dan tidak dibenci orang sekantor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: