Perspektif

Kuliah Buat Apa, Kalau Gak Jamin Sukses?

Students take their seats for the diploma ceremony at Harvard University in Cambridge

Kuliah Buat Apa, Kalau Gak Jamin Sukses?

 

Dalam tulisan ini, saya bukan pro pada mereka yang kuliah. Pun tidak berpihak pada mereka yang tidak kuliah.

 

Anda mau kuliah? Itu hak, juga kewajiban Anda yang harus diselesaikan. Pun dengan Anda tidak kuliah, itu pilihan Anda yang tidak bisa saya paksa.

 

Setujukah Anda jika pendidikan tinggi bukan jaminan sukses? Jika ya, berapa banyak teman Anda yang dulunya sering juara kelas, dan sekarang hidupnya sukses?

 

Jika kuliah atau berpendidikan tinggi saja tidak menjamin kita sukses, buat apa diteruskan?

 

Di negeri ini, jaminan menjadi harga mahal dari sebuah ketakutan. Tak heran, mereka yang menjual jaminan semacam asuransi laris manis. Faktanya, orang-orang kita banyak memiliki kekhawatiran dan ketakutan. Khawatir harta hilang, takut sakit, khawatir dengan masa depan, bahkan takut akan mati.

 

Mengenai jaminan, saya selalu tertawa geli ketika ada sebuah pelatihan, salah satu peserta bertanya “ada jaminan sukses ga mas/mba?.” Atau seperti ini,  “ada garansi uang kembali gak, kalau tidak sukses?”.

 

Pertanyaan tadi sama halnya dengan “apakah ketika kita sekolah atau kuliah, kita mendapat jaminan dan garansi pasti sukses?”. Seandainya kita tidak sukses dikemudian hari, apakah kita berhak dan layak menuntut uang kembali pada sekolah atau kampus? So funny 🙂

 

Memang, kuliah atau berpendidikan tinggi tidak menjamin kita sukses. Tapi bisa mempermudah jalan menuju sukses. Ibaratnya kita mau bangun rumah, tapi belum punya tanahnya, ya harus beli tanahnya dulu. Kalau tidak, kapan bangun rumahnya? Berbeda jika kita sudah punya tanah (apalagi bersertifikat),  bisa mempermudah membangun rumah.

 

Baca juga Inilah 5 Penyebab Fresh Graduate Sulit Mendapatkan Pekerjaan

 

So, buat Anda yang masih kuliah, silahkan lanjutkan dan temukan potensi diri. Karena sayang juga kalau lulus dengan IPK cumlaude, sering lulus ujian atau kuis, dapat predikat pintar, tapi tidak punya keterampilan khusus. Hanya jago hafalan dan nilai-nilai. Sebab, persaingan kerja sekarang sangat amat ketat. Jika kita tidak istimewa, kita akan lenyap.

 

Dan buat Anda yang tidak kuliah, ilmu tidak harus dan hanya didapatkan di bangku kampus. Selama kita punya niatan untuk belajar dan berjiwa pembelajar, ilmu akan mudah didapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: